Pesantren Nurul Huda Bungadidi pada Ahad, 17 Mei 2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Haflah Akhirussanah atau wisuda santri akhir Tahun Ajaran 2025–2026 bagi unit MTs dan MA. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya proses pendidikan para santri di jenjang masing-masing.
Acara ini dihadiri oleh wali santri dan berbagai unsur pemerintah, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat. Turut hadir Camat Tana Lili, Ibu Syamsurya, S.P.; Kepala KUA Tana Lili, Harseko, S.H.I., M.H.; anggota DPRD Luwu Utara; Ketua Persamilra Tana Lili, Jamaluddin Efendi, S.Pd.I.; Pimpinan Pesantren Hidayatullah Bungadidi, Ust. Ihsan Saleh, S.Pd.I.; Kepala MI Bungadidi, Ibu Marlina, S.Pd.; Kepala RQ Bone-Bone, Ust. Miftahuddin; serta para tokoh masyarakat sekitar.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dimulai dengan qira’atul Qur’an oleh ananda Fauzan Abdurrahman, perwakilan wisudawan. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ketua Yayasan Nurul Huda Bungadidi, dr. H. Andi Muhammad Nasrum, kemudian dilanjutkan sambutan dari Camat Tana Lili, Ibu Syamsurya, S.P.
Prosesi pelantikan wisudawan dan pembacaan ikrar santri dipimpin langsung oleh Kepala MA Nurul Huda, Ust. Jaisy, S.Pd.I., Gr. Suasana semakin meriah saat pembacaan nama-nama santri berprestasi pada berbagai kategori, mulai dari juara umum, santri teladan, penulis karya tulis ilmiah terbaik, juara pidato bahasa Arab dan Inggris, hingga kategori tahfizh terbanyak putra dan putri.
Momen yang paling mengundang kekaguman para tamu undangan adalah ketika diumumkan adanya santri dari unit Tahfizh Meli yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Khutbah wisuda atau penyampaian materi utama dibawakan oleh dosen Universitas Hasanuddin Makassar, Ust. Abdullah Muhaimin, S.Pd., M.I.Kom., dengan tema “Mewujudkan Santri yang Beradab, Berilmu, dan Kompetitif.” Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa santri mampu bersaing dalam berbagai bidang, termasuk pelajaran umum dan dunia profesional.
Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan pesantren sebagai pondasi agama yang kuat agar para santri kelak menjadi pribadi yang sukses tanpa meninggalkan nilai-nilai ibadah, khususnya shalat. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut membagikan pengalaman hidupnya yang pernah menempuh pendidikan pesantren selama 11 tahun dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan doktoral (S3).
Dalam penyampaiannya di hadapan para wisudawan dan wali santri, beliau menegaskan bahwa ilmu yang banyak tidak akan bernilai tanpa akhlak yang baik dan kedekatan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Salah satu sesi yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan wali santri yang disampaikan oleh Ust. Fauzan dari Sukamaju Selatan. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan motivasi kepada para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anak di pesantren.
Beliau mengajak seluruh wali santri untuk yakin dan bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terkait rezeki dan biaya pendidikan, karena setiap perjuangan mendidik anak di jalan agama akan selalu diberikan jalan dan kemudahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kegiatan Haflah Akhirussanah Pesantren Nurul Huda Bungadidi Tahun Ajaran 2025–2026 ditutup dengan doa bersama dan sesi foto para wisudawan bersama para tamu undangan, guru, dan wali santri.